Perjalanan Pengembangan AMMDes

seJARAH AMMDES KMW

AMMDes telah melewati berbagai tahapan pengembangan demi menjawab kebutuhan seiring dengan kemajuan teknologi untuk menciptakan alat yang dapat membantu masyarakat indonesia

PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia berencana akan membuat AMMDes KMW Versi On The Road pada tahun 2020 nanti. Dan tentunya AMMDes KMW ini akan terus dikembangkan agar menjadi Kendaraan Pedesaan yang Inovatif dan menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia.

Pada Bulan Maret 2019, AMMDes KMW versi Off The Road resmi di produksi secara massal oleh PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia selaku produsen dari AMMDes KMW. Dengan estimasi Produksi 3.000 Unit/tahun.

Kehadiran AMMDes KMW sejalan dengan focus program pemerintah dalam mengimplementasikan Nawacita yaitu ‘Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan’ yang diwujudkan dalam berbagai pendekatan mengatasi ketimpangan dan mengembangkan potensi yang ada di pedesaan untuk menciptakan ketahanan ekonomi. AMMDes berperan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas masyarakat pedesaan dan juga bisa menyelesaikan banyak masalah yang ada di desa untuk berbagai penunjang keperluan seperti genset untuk penerangan, alat pengolahan hasil pertanian, dan pompa air untuk irigasi sawah pedesaan dan berbagai aplikasi lainnya. Tahun 2018 inilah pertama kalinya Prototype AMMDes KMW diperkenalkan kepada masyarakat luas dalam acara GIIAS di Serpong. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Ir. Joko Widodo selaku Presiden RI serta Bapak Airlangga Hartarto selaku Menteri Perindustrian RI. Presiden RI & Menteri Perindustrian ini pun juga melakukan Uji Coba pada Unit AMMDes KMW.

AMMDes lahir dari hasil kerja sama antara Kementerian Perindustrian RI dengan PT. KMWI. Kementerian Perindustrian RI dengan Program Mobil Desa, dan PT. KMWI dengan platform AMMDes yang berasal dari alat angkut untuk perkebunan sawit. Pada tahun 2018, Kementerian Perindustrian RI berkolaborasi dengan PT. KMWI untuk membuat Prototype AMMDes dan telah berhasil dikembangkan sehingga pada tahun 2019 telah memasuki tahapan produksi massal hingga saat ini.